Sabtu, 04 Mei 2013

Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga : Pemutih Pakaian

Makalah sederhana ini akan membahas tentang pemutih pakaian, semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Pemutih adalah suatu senyawa yang dapat memutihkan pakaian melalui dua proses, dimana proses pertama adalah meningkatkan efektifitas kerja surfaktan dengan memperkecil ukuran molekul kotoran dengan mengoksidasinya. Sedangkan proses kedua adalah mengubah warna kotoran menjadi putih sehingga tidak tampak /terlihat oleh mata. Warna putih yang dimaksud adalah putih udara, jernih air, bukan putih susu.
Kerja pemutih ini adalah reaksi kimia dimana molekul kotoran akan di pecah – pecah menjadi  bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk di angkat oleh surfaktan (tetap peran surfaktan adalah yang mengangkat noda). Selain itu, secara bersamaan juga  membuat kotoran atau noda menjadi tidak terlihat mata.
Pemutih berbahan dasar senyawa aktif hipoklorit, yang dalam kadar tinggi dapat merusak pakaian. Hipoklorit tidak baik bagi bahan polyester karena akan lebih memberi kesan kuning daripada memutihkan. Bahkan dapat membentuk racun apabila bertemu dengan zat asam tertentu.
Bentuk pemutih ada 2 macam :
a. Larutan pemutih, yang mengandung natrium hipoklorit (NaClO).
b. Bubuk pemutih, yang mengandung kalsium hipoklorit Ca(ClO)2..
Senyawa pemutih akan merusak semua ikatan rangkap yang dimiliki oleh kotoran, sampai tidak memiliki ikatan rangkap terkonjugasi. Dengan terputusnya ikatan ini maka senyawa kotoran menjadi dalam bentuk linier (tidak berikatan rangkap) warna yang terbentuk akibat pola terkonjugasi pun berubah menjadi warna putih bening (maksudnya putih seperti air, seperti udara). Bukan putih kain mori yang bercahaya (Jika dalam detergen bisa menyebabkan seperti bercahaya,itu disebabkan oleh suatu senyawa yang disebut optical brightness).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar